Monday, February 6, 2012

.v.shit.me.shit.

dokter.
adakah yg sedikitnya memaknai profesi ini?
ya.
saya rasa ada, bahkan mungkin banyak.
karena mau tidak mau, hidup smua org berhubungan dg seseorang yg kerap kalian sebut dokter.
apalagi pd masa kini.
tp taukah anda perjalanan mrk?
betapa mereka menghabiskan banyak energi, pikiran, emosi, effort, usaha dan tumpukan rupiah untuk mendapatkan tambahan 2huruf itu di depan nama mereka..
dan belom pun cukup, orang" masih juga mencemooh.
:'(
dibilang dokter ga becus, ga pinter, dituntut malpraktek, dan ketika pendidikan mereka berbatas krn banyak faktor msh juga dicemooh dgn kalimat..
"cuma dokter umum??? "

hffft.
biar saya detail sedikit untuk perjalanan ini.
kita mulai dr yg paling gamblang.
uang??? saya, maksud saya..kluarga saya menghabiskan banyak rupiah untuk bs bersekolah ini, dan camkan sesuatu.. saya bukan anak orang kaya.
ditambah dituntut keilmuan yg jelas" tdk main", bukan?

waktu??? yaa, saya menghabiskan 2x perjalanan yg bs org habiskan untuk 2strata manapun. belum lg ditambah ujian kenegaraan, ujian praktek, dan setelah lulus pun msh dibutuhkan ini itu buat melamar kerja, bukan sekedar curiculum vitae..

belum lg ada sebagian dr kami yg terpaksa bekerja jauhhhhhh dr peradaban, jauh dr ayah-ibu, dr keluarga (bagi yg sudah berkeluarga) hanya untuk meneruskan perjalanan ini menuju tingkatan yg lebih baik, bisa sekolah lg dengan kurun waktu yg sama dengan strata pertama profesi, yg artinya 2x perjalanan orglain, dan ntah dengan berapa rupiah lagi..
huffftttt..
saya yakin, membaca ini pun kalian belum tentu terbayang kan??????
belum lg feedback yg kita dapat, sebut saja uang, mungkin masih lebih banyak uang jajan adik saya ketimbang apa yg mungkin saya dapat dr perjalanan ini..
.....
belum lg tekanannya..
dimarahi keluarga pasien, dilempar tumpukan buku yg beratnya mungkin 10kg ketika berbuat salah, harus terjaga 7x24jam dalam seminggu..
tak ada lagi waktu untuk diri sendiri, untuk perasaan, hahhhhh.... tak ada lg ruang untuk semua itu rasanya..
belum lg slain urusan sekolah, demi membangun karir yg baik, saya sebagai wanita pun masih dituntut untuk tetap menjadi wanita toh???
tidak boleh keasikan sekolah, tetap harus mencari pasangan hidup, menikah, punya anak, mengurusi keluarga, berbakti kepada orgtua..
menurut kalian, kapan kami bs melakukannya?????
menurut kalian mudah kah menjalani ini smua dalam satu waktu?????
ato harus memilih salah satu?????
oh, tidak.
ini pilihan.
belum lg saya dan mimpi" saya yg lain..
kapan saya punya ruang untuk menggapai semuanya?

dan masih juga kah perjalanan ini dikecilkan?
dipandang rendah?
masih dianggap tidak punya visi dan misi?
ohhhhhhhhh.... halooooooooooooooooooooooo....................................................................
cobain deh!

saya tidak butuh belas kasih ato iba di sini..
saya hanya butuh dihargai..
itu saja!