dua.lima
sbenarnya maksud saya di sini adalah duapuluhlima. angka yg agaknya harus mulai saya khawatirkan thn ini. tepatnya pd 2012.
tp sbenarnya, apakah sungguh saya hrs merasa khawatir???
itu pertanyaannya.
skolah belom selesai. bahkan untuk sarjana strata 1 profesi, msh ada kira" <365hr lagi.. yaa, kira" sbanyak itu lah.
(amit"kalo berlebih!) :p
masih ada kira" 2stase mayor, 1 minor dan skripsi yg hingga saat ini msh mendapat penolakan dr komite skripsi akibat berbagai faktor.. termasuk masalah sentimen!
tp kembali ke topik awal,
apakah saya mulai harus khawatir???
saat semua gadis seusia saya, sudah lulus, sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri, bahkan ada yg sudah merantau menata hidup mrk sendiri.. dan yg terpenting dan agak sensitif, banyak dr mereka sudah memikirkan masalah menikah.
ya..
MENIKAH!
haruskah saya berpikir keras untuk itu?
tp di sini masalahnya bukan krn saya keasikan sendiri (org jaman skrg kerap menyebutnya "jomblo"!), bukan jg krn saya blom memikirkannya..
tp masalahnya ada pd jodohnya.
ya..
mana jodoh saya???
lalu ketika jodoh itu (mungkin) sudah ada, apakah benar dy orgnya?
harus mencari org yg sperti apa?
apakah kt benar" cocok?
bagaimana agar tidak salah pilih?
dan jika smua sudah terjawab, kapan waktu yg tepat untuk menyiapkan mental, materi dan fisik untuk menikah?
*tentu smua org tau bahwa menikah jelas"membutuhkan uang.. pesta, honeymoon, tempat tinggal, kendaraan dan kebutuhan harian untuk cukup menghidupi 2org atau bahkan lebih*
menikah bukan sekedar merubah status,
bukan juga untuk hanya bersenang",
bukan skedar tuntutan keluarga, usia dan lingkungan,
krn saya pikir..
menikah harus punya tujuan.
lalu apa alesan yg kuat untuk seseorg untuk memutuskan menikah???
apa karena saya sudah hampir dualima?
-___-"