jauh.
sungguh sebenarnya saya tidak mengeluh tentang kota ini. di sini tenang. walaupun apa" memang kurang..
saya suka keseharian saya di sini.. di rumah sakit, berkecimpung dengan banyak manusia dengan berbagai kasus..
yaa, agaknya saya pelan" menjadikan ini cita"..
:')
saya juga menyukai kamar kost-an saya.. tenang, adem, and feel free..
tapi rasanya semua pudar ketika pelan" saya merasa jauh..
ya, JAUH.
jauh dari keluarga, teman", dan semua orang yg saya sayangi..
saya memang sedikit ambivert, tapi sungguh jarak ini menyiksa..
kadang saya menikmati kesendirian saya di sini..
tp rasanya ASING.
saya ingin pulang, Bu..
?????
Thursday, March 1, 2012
Monday, February 6, 2012
.v.shit.me.shit.
dokter.
adakah yg sedikitnya memaknai profesi ini?
ya.
saya rasa ada, bahkan mungkin banyak.
karena mau tidak mau, hidup smua org berhubungan dg seseorang yg kerap kalian sebut dokter.
apalagi pd masa kini.
tp taukah anda perjalanan mrk?
betapa mereka menghabiskan banyak energi, pikiran, emosi, effort, usaha dan tumpukan rupiah untuk mendapatkan tambahan 2huruf itu di depan nama mereka..
dan belom pun cukup, orang" masih juga mencemooh.
:'(
dibilang dokter ga becus, ga pinter, dituntut malpraktek, dan ketika pendidikan mereka berbatas krn banyak faktor msh juga dicemooh dgn kalimat..
"cuma dokter umum??? "
hffft.
biar saya detail sedikit untuk perjalanan ini.
kita mulai dr yg paling gamblang.
uang??? saya, maksud saya..kluarga saya menghabiskan banyak rupiah untuk bs bersekolah ini, dan camkan sesuatu.. saya bukan anak orang kaya.
ditambah dituntut keilmuan yg jelas" tdk main", bukan?
waktu??? yaa, saya menghabiskan 2x perjalanan yg bs org habiskan untuk 2strata manapun. belum lg ditambah ujian kenegaraan, ujian praktek, dan setelah lulus pun msh dibutuhkan ini itu buat melamar kerja, bukan sekedar curiculum vitae..
belum lg ada sebagian dr kami yg terpaksa bekerja jauhhhhhh dr peradaban, jauh dr ayah-ibu, dr keluarga (bagi yg sudah berkeluarga) hanya untuk meneruskan perjalanan ini menuju tingkatan yg lebih baik, bisa sekolah lg dengan kurun waktu yg sama dengan strata pertama profesi, yg artinya 2x perjalanan orglain, dan ntah dengan berapa rupiah lagi..
huffftttt..
saya yakin, membaca ini pun kalian belum tentu terbayang kan??????
belum lg feedback yg kita dapat, sebut saja uang, mungkin masih lebih banyak uang jajan adik saya ketimbang apa yg mungkin saya dapat dr perjalanan ini..
.....
belum lg tekanannya..
dimarahi keluarga pasien, dilempar tumpukan buku yg beratnya mungkin 10kg ketika berbuat salah, harus terjaga 7x24jam dalam seminggu..
tak ada lagi waktu untuk diri sendiri, untuk perasaan, hahhhhh.... tak ada lg ruang untuk semua itu rasanya..
belum lg slain urusan sekolah, demi membangun karir yg baik, saya sebagai wanita pun masih dituntut untuk tetap menjadi wanita toh???
tidak boleh keasikan sekolah, tetap harus mencari pasangan hidup, menikah, punya anak, mengurusi keluarga, berbakti kepada orgtua..
menurut kalian, kapan kami bs melakukannya?????
menurut kalian mudah kah menjalani ini smua dalam satu waktu?????
ato harus memilih salah satu?????
oh, tidak.
ini pilihan.
belum lg saya dan mimpi" saya yg lain..
kapan saya punya ruang untuk menggapai semuanya?
dan masih juga kah perjalanan ini dikecilkan?
dipandang rendah?
masih dianggap tidak punya visi dan misi?
ohhhhhhhhh.... halooooooooooooooooooooooo....................................................................
cobain deh!
saya tidak butuh belas kasih ato iba di sini..
saya hanya butuh dihargai..
itu saja!
Wednesday, January 18, 2012
dua.lima
sbenarnya maksud saya di sini adalah duapuluhlima. angka yg agaknya harus mulai saya khawatirkan thn ini. tepatnya pd 2012.
tp sbenarnya, apakah sungguh saya hrs merasa khawatir???
itu pertanyaannya.
skolah belom selesai. bahkan untuk sarjana strata 1 profesi, msh ada kira" <365hr lagi.. yaa, kira" sbanyak itu lah.
(amit"kalo berlebih!) :p
masih ada kira" 2stase mayor, 1 minor dan skripsi yg hingga saat ini msh mendapat penolakan dr komite skripsi akibat berbagai faktor.. termasuk masalah sentimen!
tp kembali ke topik awal,
apakah saya mulai harus khawatir???
saat semua gadis seusia saya, sudah lulus, sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri, bahkan ada yg sudah merantau menata hidup mrk sendiri.. dan yg terpenting dan agak sensitif, banyak dr mereka sudah memikirkan masalah menikah.
ya..
MENIKAH!
haruskah saya berpikir keras untuk itu?
tp di sini masalahnya bukan krn saya keasikan sendiri (org jaman skrg kerap menyebutnya "jomblo"!), bukan jg krn saya blom memikirkannya..
tp masalahnya ada pd jodohnya.
ya..
mana jodoh saya???
lalu ketika jodoh itu (mungkin) sudah ada, apakah benar dy orgnya?
harus mencari org yg sperti apa?
apakah kt benar" cocok?
bagaimana agar tidak salah pilih?
dan jika smua sudah terjawab, kapan waktu yg tepat untuk menyiapkan mental, materi dan fisik untuk menikah?
*tentu smua org tau bahwa menikah jelas"membutuhkan uang.. pesta, honeymoon, tempat tinggal, kendaraan dan kebutuhan harian untuk cukup menghidupi 2org atau bahkan lebih*
menikah bukan sekedar merubah status,
bukan juga untuk hanya bersenang",
bukan skedar tuntutan keluarga, usia dan lingkungan,
krn saya pikir..
menikah harus punya tujuan.
lalu apa alesan yg kuat untuk seseorg untuk memutuskan menikah???
apa karena saya sudah hampir dualima?
-___-"
Subscribe to:
Posts (Atom)